
Klaten, 19 Agustus 2026 – Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta melaksanakan kegiatan peningkatan mutu kerja sama dengan stakeholder eksternal di Muhammadiyah Boarding School (MBS) Klaten. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 19 Agustus 2026 pukul 08.30 WIB hingga 14.00 WIB tersebut mengangkat tema “Penguatan Bahasa Arab melalui Ekstrakurikuler: Kupas Tuntas Seni Pidato dan Retorika Modern bagi Santri Muhammadiyah Boarding School Klaten.”
Kegiatan ini bertujuan memberikan penguatan keterampilan berbicara Bahasa Arab kepada santri melalui kegiatan pidato dan retorika. Selain itu, kegiatan menjadi ruang bagi Prodi PBA untuk memberikan kontribusi secara langsung terhadap pengembangan kegiatan ekstrakurikuler Bahasa Arab di lingkungan MBS Boarding School Klaten.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan serta pengantar dari tim pelaksana. Dalam pengantar tersebut disampaikan bahwa kemampuan berbicara Bahasa Arab perlu dibangun melalui latihan yang berkelanjutan. Kemampuan berbahasa tidak cukup hanya melalui hafalan teks, tetapi juga membutuhkan keberanian menyampaikan gagasan, kemampuan mengatur cara berbicara, serta kecakapan menyesuaikan penyampaian dengan karakteristik audiens.
Sesi utama disampaikan oleh Isninda Nur Masithoh, M.Pd. Peserta diajak memahami pidato dari sudut pandang yang lebih praktis. Pidato yang baik tidak hanya ditentukan oleh kelancaran menghafalkan teks, tetapi juga oleh kejelasan pesan, cara penyampaian yang hidup, serta kemampuan membangun hubungan dengan audiens.
Pemateri kemudian memperkenalkan pola sederhana dalam membangun sebuah pidato melalui tiga bagian, yaitu pembuka, isi, dan penutup. Pembuka diarahkan untuk menarik perhatian audiens melalui salam, sapaan, pertanyaan, maupun cerita singkat. Pada bagian isi, pembicara menyampaikan gagasan utama yang didukung contoh dan alasan yang mudah dipahami. Sementara itu, penutup diarahkan pada rangkuman pesan, ajakan, atau kalimat penutup yang kuat.
Dalam aspek kebahasaan, peserta didorong untuk menggunakan Bahasa Arab yang sederhana, jelas, dan mudah diucapkan. Peserta juga mendapatkan materi mengenai penggunaan kata penghubung seperti أولاً، ثم، لذلك، وأخيراً agar alur penyampaian gagasan lebih natural. Selain itu, peserta berlatih mengatur intonasi, jeda, kecepatan, dan penekanan agar penyampaian pidato tidak terdengar datar seperti sekadar membaca naskah.
Materi retorika modern juga diarahkan pada kemampuan menyampaikan pesan secara meyakinkan tanpa kehilangan kesan natural. Peserta didorong memanfaatkan cerita, pengalaman, maupun persoalan yang dekat dengan kehidupan audiens untuk membangun keterhubungan dengan pendengar. Penggunaan alasan dan contoh yang logis juga ditekankan agar pesan dapat diterima secara emosional sekaligus rasional.
Setelah memperoleh materi, peserta langsung mengikuti praktik penyusunan dan penyampaian pidato Bahasa Arab. Fasilitator memberikan pendampingan terhadap aspek kelancaran berbicara, pilihan bahasa, intonasi, ekspresi, jeda, serta kemampuan menjaga perhatian audiens. Melalui praktik tersebut, peserta dapat mengetahui kekuatan sekaligus aspek yang masih perlu diperbaiki dari penampilan mereka.
Antusiasme peserta juga terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai persoalan yang sering dihadapi ketika berpidato dibahas bersama, mulai dari kesulitan memulai pidato, rasa gugup ketika tampil di depan banyak orang, pemilihan kosakata Bahasa Arab, hingga cara membuat pidato agar tidak monoton.
Setelah istirahat, kegiatan dilanjutkan dengan praktik lanjutan dan pendampingan. Peserta memperbaiki penampilan berdasarkan masukan yang telah diperoleh. Mereka juga diarahkan untuk menentukan satu pesan utama, memilih contoh yang mendukung pesan, memberikan tanda jeda dan kata kunci pada naskah, serta berlatih menyampaikan pembuka tanpa sepenuhnya bergantung pada teks.
Kegiatan diakhiri dengan refleksi dan evaluasi. Peserta bersama fasilitator meninjau perkembangan kemampuan dalam menyusun materi, menggunakan Bahasa Arab secara lebih sederhana, mengatur suara, membangun kontak dengan audiens, serta meningkatkan keberanian tampil di depan umum.
Melalui kegiatan tersebut, Prodi PBA UIN Raden Mas Said Surakarta tidak hanya memberikan penguatan pada aspek kebahasaan, tetapi juga membekali santri dengan keterampilan komunikasi, teknik penampilan, dan kemampuan membangun hubungan dengan audiens. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi penguatan kerja sama berkelanjutan antara Prodi PBA dan MBS Boarding School Klaten dalam pengembangan ekstrakurikuler Bahasa Arab, latihan muḥāḍarah, pidato, dan berbagai kegiatan komunikasi Bahasa Arab lainnya.



Prodi PBA UIN Raden Mas Said Surakarta Teken PKS dan IA dengan PPPBA Indonesia
3 pekan yang lalu - Umum